Tertarik Miliki Perabotan dan Design Ruangan berkonsep Bambu, "Rumah Bambu" Solusinya

By Cahya Media 01 Mei 2017 Dibaca: 598KaliRuang Usaha

Tertarik Miliki Perabotan dan Design Ruangan berkonsep Bambu, "Rumah Bambu" Solusinya

Keterangan Gambar : Usaha "Rumah Bambu" yang dikembangkan sejak 2014


PRINGSEWU, CAHYAMEDIA.CO.ID – Pemanfaatan bambu menjadi bahan dasar kerajian yang memiliki nilai jual dan estetika, menginspirasi Joko Saputra membuka “Rumah Bambu” guna bisa mengembangkan usaha furniture seperti almari, kursi, sofa, meja, bahkan juga melayani pembuatan fullest design ruangan dengan sentuhan bambu.

Usaha "Rumah Bambu" yang dikembangkan sejak 2014 ini, terletak di Jalan Asam No. 91 Pringombo V Kelurahan Pringsewu Timur Kecamatan Pringsewu. “Pengolahan bambu menjadi barang-barang kerajinan ini saya pelajari secara otodidak dari melihat internet. Mulai dari pemilihan bambu, pengelolaan bahan dasar hingga mengolahnya jadi barang siap jual.” Ungkap Joko, pemilik Rumah Bambu kepada cahyamedia.co.id. Sabtu (03/09).

Menjaga kualitas kerajinan serta cara pengolaan bahan dasar yang benar menjadi prinsip Joko dalam mengembangkan usaha kerajinanya. Selain itu, dalam pengerjaannya juga membutuhkan waktu sekitar satu minggu, sehingga barang yang dihasilkan memiliki kualitas yang tinggi.“Setiap pesanan yang datang dan sesuai dengan permintaan konsumen, pengolahan bahan dasar sangat kami perhatikan, Karena pengelolaan yang baik akan menghasilkan barang yang baik pula,” jelasnya.

Setiap konnsumen yang datang bisa meminta barang yang hendak mereka pesan baik design serta bambu apa yang digunakan. “Design yang kami sediakan masih original hasil pengembangan dari kami sendiri. Kalaupun mencontoh apa yang sudah ada, pasti akan kami beri design tambahan lain supaya tidak sama persis," katanya.

Untuk range harga barang kerajinan bambu cukup bervariatif, tergantung dari tingkan kerumintan barang yang di pesan. “Barang yang bisa  dipesan disini seperti pajangan air mancur 500 ribu sudah dengan mesinnya. Kemudian, untuk risban 600 ribu sudah bisa di bawa pulang, untuk pondokan ukuran 1,5x2 meter harganya 1,7 juta.”
urai Joko.

Rumah Bambu juga menerima jasa design rungan dengan konsep perabotan dan interior bambu bagi  konsumen yang hendak mendisain rumah atau tempat usahanya menggunakan konsep bambu. “Untuk desingn fullset bambu satu rungan konsumen harus menyiapkan budget minimal 20 juta, tergantung dari luas ruangan yang hendak digarap.  Makin lebar ruangannya tentunya akan makin mahal juga harganya,” terang Joko.

Dalam memasarkan kerajinannya, Joko selama ini hanya menggunakan media sosial guna membantu memperluas pangsa pasarnya. "Pemasaran, kami saat ini masih memanfaatkan facebook sebagai media iklan-nya. Sebab, rumah bambu belum memiliki gerai khusus mas, jadi masih memanfaatkan pelataran rumah, ditambah informasi dari mulut-ke mulut saja," pungkasnya. (iqbal)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

  1. Polyester insulation 22 Mar 2018, 16:52:18 WIB

    sepertinya menarik untuk di coba. tidak hanya meminimkan biaya pengeluaran bahan-bahan bangunan, tapi hasil akhir dari rumahnya juga sepertinya cukup kokoh dan sejuk.

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Kesukaan Anda?
  1. M. Ridho Ficardo Bachtiar Basri
  2. Herman HN Sutono
  3. Arinal Djunaidi Chusnunia Chalim
  4. Mustafa Ahmad Jajuli

Komentar Terakhir

  • makanan sehat

    wah, mantap nih SDIT. lanjutkan ya! ...

    View Article
  • Makanan Khas Indonesia

    Wah website yang bagus banget untuk saling sharing informasi, nih! ...

    View Article
  • Benefits of Cheese

    After reading your article I was amazed. I know that you explain it very well. And ...

    View Article
  • Milk

    It is extremely nice to see the greatest details presented in an easy and ...

    View Article