Subsidi atau Petani Didorong Mandiri ?

By Cahya Media 20 Agu 2017 Dibaca: 274KaliPerspektif

Subsidi atau Petani Didorong Mandiri ?

Keterangan Gambar : Ir. Anang Prihantoro


PRINGSEWU, CAHYAMEDIA.CO.ID - Kemandirian petani menjadi kata kunci menyikapi wacana akan dihapuskannya subsidi pupuk dari pemerintah. Saat ini, pemerintah tengah mendiskusikan kemungkinan lain dari akan dihapus dan hilangkannya subsidi pupuk ini.


Demikian diutarakan Ir. Anang Prihantoro, anggota DPD RI asal Lampung dalam kesempatan bertemu dengan petani di Pekon Tanjung Anom Kecamatan Ambarawa Kabupaten Pringsewu.


Menurut Anang, pro dan kontra seputar pencabutan subsidi pupuk oleh pemerintah terhadap pupuk ini sempat mencuat. "Kementerian Pertanian meminta supaya subsidi tidak dicabut dan hapus. Sementara, BUMN bersih keras, mulai tahun 2018 subsidi pupuk dicabut dan harganya diserahkan kepada pasar," beber senator caping gunung yang tinggal di Bandarjaya Lampung Tengah ini.


Untuk di tahun 2017 ini saja sebut Anang, pemerintah sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp31 triliun untuk mensubsidi pupuk. "Kemampuan pemerintah untuk mensubsidi pupuk bagi petani cukup terbatas yakni hanya pada kisaran 50 persennya saja. Pertim bangan lain dari dicabutnya subsidi ini diantaranya masalah pendistribusian pupuk ke petani yang hingga kini masa saja menjadi permasalahan krusial setiap kali musim tanam tiba," paparnya.


Ada kemungkinan tiga opsi yang nantinya akan ditawarkan sebut Anang dalam kaitan masalah subsidi ini yaknisubsidi 0ut put, dimana harga jual gabah akan dinaikan.


Kemudian, subsidi langsung petani (SLP) dalam bentuk pemberian Kartu Tani (menyerupai ATM) sebagai alat kendali dalam mencairkan pupuk subsidi melalui bang yang ditunjuk pemerintah. "Opsi terakhir yakni penghapusan subsidi pupuk dan harga jual pupuk diserahkan kepada pasar," urai Anang.


Bila subsidi pupuk benar-benar dihapus, hingganya pemerintah harus bertanggungjawab dan memberikan jaminan kepastian akan ketersediaan pupuk di pasaran. 

"Pemerintah juga mesti memberikan edukasi secara terus menerus kepada petani dalam bentuk pelatihan dan penyuluhan teknologi dibidang pembuatan pupuk organik dan juga pupuk kompos. Ini sebagai langkah meminimalisir gejolak lantaran ketergantungan petani akan subsidi pupuk selama ini," pungkasnya. (Ful)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Kesukaan Anda?
  1. M. Ridho Ficardo Bachtiar Basri
  2. Herman HN Sutono
  3. Arinal Djunaidi Chusnunia Chalim
  4. Mustafa Ahmad Jajuli

Komentar Terakhir

  • makanan sehat

    wah, mantap nih SDIT. lanjutkan ya! ...

    View Article
  • Makanan Khas Indonesia

    Wah website yang bagus banget untuk saling sharing informasi, nih! ...

    View Article
  • Benefits of Cheese

    After reading your article I was amazed. I know that you explain it very well. And ...

    View Article
  • Milk

    It is extremely nice to see the greatest details presented in an easy and ...

    View Article