Rencana Pembukaan Usaha Home Karaoke Tuai Penolakan

By Cahya Media 25 Mar 2018 Dibaca: 106KaliPringsewu

Rencana Pembukaan Usaha Home Karaoke Tuai Penolakan

Keterangan Gambar : Rencana Pembukaan Usaha Home Karaoke Tuai Penolakan


PRINGSEWU, CAHYAMEDIA.CO.ID - Rencana dibukanya usaha hiburan malam (home karaoke) di bilangan Jalan Jenderal Suduirman (depan pool damri) mendapat penolakan keras dari masyarakat sekitar.

Tidak hanya masyarakat yang merasa resah, sebaliknya jamaah dan Takmir Masjid Taqwa yang lokasinya berada sekitar 500 meter dari lokasi dimana home karaoke akan dibuka juga mengaku resah.

Keresahan warga dan juga jamaah Takmir Masjid Taqwa ini dituangkan dengan membuat surat penolakan.

Mereka kemudian  beramai-ramai menggalang tanda tangan penolakan sebagai ekspresi dan bentuk keberatannya.

Sekretaris Takmir Masjid Taqwa Pringsewu Mustofa Kamal Pasha menjelaskan,  penggalangan tanda tangan bermula dari adanya aduan warga kepada Pengurus Takmir Masjid Taqwa Pringsewu, sehingga pengurus masjid dengan didukung oleh warga yang terdiri dari dua (2) lingkungan yakni Lingkungan III Kelurahan Pringsewu Selatan dan Lingkungan I Pringsewu Barat berhasil mengumpulkan 400 tanda tangan penolakan terhadap rencana dibukanya home karaoke tersebut.

"Bukan hanya warga dan Takmir Masjid saja yang merasa resah,  guru SD Muhammadiyah dan SMP Negeri I Pringsewu juga merasa resah dan meraka ikut mendukung serta menanda tangani surat penolakan beroperasinya usaha karaoke itu," papar Mustofa.

Mustofa mengemukakan, penolakan oleh warga dan takmir masjid sangatlah beralasan, selain hanya berjarak kurang dari 100 meter dengan lingkungan pendidikan (SMP Negeri I Pringsewu dan SD Muhammadiyah) Pringsewu, lokasi akan dibukanya usaha karaoke ini jaraknya juga  kurang dari 200 meter dari Masjid Taqwa Pringsewu ini. 

"Alasan yang mendasar adalah warga tidak ingin dampak negatif (buruk) terhadap moral generasi muda dan masyarakat sekitar," tandasnya.

Mustofa menegaskan kalau penggalangan tanda tangan menolak dibukanya usaha karoke tersebut, murni merupakan aspirasi dari jamaah masjid yang juga merupakan warga sekitar.

"Ini kita lakukan sebagai langkah  prefentif, mengantisipasi dari kemungkinan terjadinya gejolak. Kita akan berada di garda terdepan terhadap amar makruf nahi mungkar. Ibarat sepeda atau mobil kalau rusak gampang untuk diperbaikinya, tinggal bawa saja ke bengkel. Tapi, kalau sudah moral yang rusak, cukup sulit memperbaikinya,” ungkapnya.

Secara lembaga lanjut Mustofa mewakili masyarakat yang berada dilingkungan masjid sudah mengirimkan surat penolakan disertai tanda tangga ke beberapa instansi dan lembaga seperti Polsek, Koramil, DPRD, Dinas Perijinan, Kecamatan serta Bupati Pringsewu.

Harapannya, sambung Mustofa, aspirasi warga ini dapat diperhatikan dan 

pemerintah daerah pringsewu tidak

terburu-buru menerbitkan izin guna menghindari potensi gejolak.

"Kami bukan melarang orang untuk membuka usaha, tetapi kami minta usaha seperti itu jangan berada dekat dengan tempat pendidikan dan tempat ibadah. Perlu dicatat, gerakan penggalangan ini bukan dilakukan oleh Ormas atau LSM tetapi murni dilakukan oleh masyarakat yang merasa resah dengan rencana itu," ucap Mustofa.

Camat Pringsewu Drs. Nang Abidin saat dikonfirmasi mengatakan, memang ada yang datang meminta rekomendasi terkait izin usaha karaoke yang berada di Lingkungan III Pringsewu Selatan, namun saat itu belum ada surat penolakan dari warga.

“Ada yang datang ke kantor kecamatan meminta rekomendasi. Dia juga membawa berkas dan data, kemudian saya telpon lurah pringsewu selatan karena kegiatan usaha ada di daerah tersebut," jelas Nang Abidin.

Nang Abidin juga mengaku, kalau dirinya sudah menerima surat penolakan dari warga.

"Baru hari ini suratnya sampai di meja saya dan sudah saya sampaikan kepada yang bersangkutan," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perizinan dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Penanaman Modal Daerah Kabupaten Pringsewu Achmad Fadoli saat dikonfirmasi mengaku, kalau dirinya hingga sekarang belum menerima surat permohon pembukaan home karaoke dimaksud.

"Kalau surat permohonannya sampai sekarang belum saya terima. Tapi, kalau untuk surat penolakan dari warga dan takmir masjid taqwa, memang sudah saya terima," ucap Fadoli.

Dari pantauan media ini, di lokasi bangunan yang akan dijadikan tempat usaha hiburan nampak  beberapa tukang mulai membenahi gedung dan pemasangan pintu kaca pada bagian depan gedung. (Ful)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Kesukaan Anda?
  1. M. Ridho Ficardo Bachtiar Basri
  2. Herman HN Sutono
  3. Arinal Djunaidi Chusnunia Chalim
  4. Mustafa Ahmad Jajuli

Komentar Terakhir

  • Sewa Mobil Surabaya

    Tulisannya sangat menginspirasi kami di pagi yang cerah ini ...

    View Article
  • Canon EOS 5DS

    Salaj satu dari desa yang dikunjunginya yakni Desa Sungai Cambai ...

    View Article
  • Arsitek Indonesia

    pnerapan bambu buat ruangan kayanya menarik, apa lagi kalau di taruh di mal mal ...

    View Article
  • Black Seed Oil

    It proved to be Very helpful to me and I am sure to all the commentators here! ...

    View Article