Inspektorat Pringsewu Belum Tindaklanjuti Soal Dugaan Penyimpangan DD di Pekon Panutan

By Cahya Media 12 Feb 2019 Dibaca: 152KaliPringsewu

Inspektorat Pringsewu Belum Tindaklanjuti Soal Dugaan Penyimpangan DD di Pekon Panutan

Keterangan Gambar : Pembangunan TPT di Dusun III Pekon Panutan Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu


PRINGSEWU,CAHYAMEDIA.CO.ID - Inspektorat Kabupaten Pringsewu hingga kini belum juga menurunkan tim guna menelusuri, adanya indikasi dan dugaan penyimpangan dana desa (DD) tahun anggaran 2018 termin ke-III yang terjadi di Pekon Panutan Kecamatan Pagelaran.

Sekertaris Inspektorat Kabupaten Pringsewu Yanuar Haryanto., S.Sos dikonfirmasi melalui sambungan WhattApps-nya mengatakan, pihaknya akan terlebih dahulu menanyakan persoalan tersebut kepada Irban I.

"Ya mas, nanti coba akan saya tanyakan dulu ke Irban I", sebut Yanuar, Selasa (12/02/1019).

Yanuar mengakui, kalau pihaknya sudah membaca berita soal dugaan penyimpangan DD di Panutan seperti yang diberitakan.

" Ya mas, saya baru baca beritanya. Besok saya tanya ke Irbannya", ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kegiatan pembangunan rabat beton di dusun I dan V, drainase di dusun II, talut penahan tanah (TPT) di dusun III di Pekon Panutan Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu, yang dananya bersumber dari DD termin ke-III tahun anggaran 2018, diduga tidak sesuai dengan volume dan besaran teknis (Bestek).

Hal ini seperti yang terjadi di Dusun II, dimana pembangunan drainase pada alas bawahnya tidak dilapisi pasir terlebih dahulu.

Hal yang sama juga terjadi di Dusun III. Dimana,  kuat dugaan pembagunan TPT dengan volume 138 meter dan menghabiskan anggaran sebesar Rp99, 301,200 ini diduga tidak sesuai spesifikasi teknis (Spek) lantaran tidak dibuatkan pondasi pada bawahnya.

Dari hasil investigasi wartawan media ini dilapangan, ditemukan adanya sejumlah kejanggalan baik secara fisik maupun administrasi.

Misalnya dalam penggunaan material pasir dan semen yang menggunakan rumusan 1: 6, sehinga berdampak pada kualitas drainase yang dibangun.

Hal itu dibenarkan oleh salah seorang tenaga pekerja yang tidak mau disebutkan namanya.

"Memang benar mas, adukan antara pasir dan semennya, banyak pasirnya. Selain itu, volume panjang drainase juga tidak sesuai", ungkap sumber tersebut

Selain terjadi pengurangan volume terhadap panjang drainase, indikasi penyimpangan lain juga terjadi pada harga pembelian material seperti semen.

Dimana, dalam salinan rencana anggaran biaya (RAB) yang didapat wartawan cahyamedia.co.id, disitu disebutkan kalau harga semen  Rp76/sak.

"Kalau untuk harga semen jenis tiga roda disini 51 per sak-nya dan itu kita antar sampai tempat. Kalau pekerjaan drainase di dusun II itu, memang ambil semennya dari toko ini", sebut pegawai di toko material setempat.

Indikasi penyimpangan lain seperti pada pembayaran tenaga kerja. Dimana, dalam salinan RAB, tenaga tukang dibayar sebesar Rp96 HOK (hari orang kerja) dan pekerja dibayar sebesar Rp76 ribu HOK.

Namun fakta dilapangan, pengakuan dari sejumlah pekerja yang berhasil ditemui dan dikonfirmasi menyebutkan, kalau mereka hanya dibayar Rp85 ribu.

"Saya memang ikut kerja dalam pembangunan drainase di dusun II. Sehari saya dibayar 70 ribu", ucap sumber tersebut.

Sumber tersebut juga mengakui, kalau volume panjang drainase yang dikerjakan di dusun II tidak sesuai dengan yang tertera di papan informasi yang dipasang.

"Kalau perkiraan, panjang drainase hanya sekitar 58-60 meter. Tapi kalau melihat  papan informasi kan jelas, panjangnya 69 meter. Masa, dengan panjang segitu bisa menghabiskan anggaran sebesar 28.011.000," bebernya

Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) DD Pekon Panutan Yohanes Suhardi saat dikonfirmasi mengatakan kalau berkaitan dengan pengadaan material, ada petugas pelaksana tersendiri di setiap dusunnya.

“Untuk pembelian material seperti pasir, batu belah, semen, itu diserahkan langsung ke setiap dusun yang ada di pekon panutan,” katanya.

Disinggung soal kesesuaian dalam pembayaran upah bagi tenaga kerja (hari orang kerja), Yohanes Suhardi tidak menapiknya.

“Untuk kepala tukang, upahnya Rp.90 ribu dan untuk pekerja Rp.75 ribu,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Pekon Panutan Agus Tari saat dikonfirmasi dirumahnya  membenarkan adanya kesalahan dalam pemberian upah pekerja.

"Masalahnya memang di upah harian orang kerjanya mas, itu saja", ungkap Agus.

Meski mengakui kalau material seperti semen tidak semuanya terpakai dan tersisa, Agus berdalih kalau pekerjaan pembangunan drainase dan talut penahan tanah (TPT) yang dikerjakan sudah sesuai dengan gambar dan RAB.

"Saya juga foto dan dokumentasikan setiap pelaksanaan pekerjaannya di lapangan", katanya.

Untuk diketahui, berdasarkan salinan lembar RAB dan gambar yang berhasil didapat wartawan cahyamedia.co.id,- tertera, kalau pembangunan rabat beton di dusun I memiliki ukuran 121 x 2,5 x 0,15 meter dan di dusun V dengan ukuran 150 X 2,5 X 0,15 meter.

Kemudian, untuk drainase di dusun II memiliki panjang 169 meter dan TPT di Dusun III memiliki panjang yakni 138 meter. (Bal/Gus)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Kesukaan Anda?
  1. M. Ridho Ficardo Bachtiar Basri
  2. Herman HN Sutono
  3. Arinal Djunaidi Chusnunia Chalim
  4. Mustafa Ahmad Jajuli

Komentar Terakhir

  • fake hight school diploma

    I've been surfing online more than 2 hours today, yet I never found any ...

    View Article
  • web design company in jordan

    This is an unbelievable blog segment. This sort of data strong for me and examining ...

    View Article
  • Lvxnck

    <a href="http://cialisften.com/#">buy cialis</a> tadalafil online ...

    View Article
  • Lvxnck

    <a href="http://cialisften.com/#">buy cialis</a> tadalafil online ...

    View Article