Ekonomi, Picu Kekerasan Perempuan dan Anak

By Cahya Media 08 Apr 2018 Dibaca: 37KaliPerspektif

Ekonomi, Picu Kekerasan Perempuan dan Anak

Keterangan Gambar : Dr. Fauzi., M.Kom


PRINGSEWU, CAHYAMEDIA.CO.ID - Perempuan dan anak selama ini selalu menjadi “objek” dari bentuk tindak kekerasan baik yang dilakukan secara verbal mapun holistik. Tindak kekerasan ini sebagian diantaranya terjadi lantaran dipicu oleh faktor ekonomi keluarga. Lalu, apa pendapat Ketua LPA Kabupaten Pringsewu, Dr. Fauzi., M.Kom soal perempuan dan anak?

Menurut Dr. Fauzi, M.Kom., ia mengibaratkan rusaknya sebuah negara lantaran rusaknya perempuan. Hal itu sebagaimana dalam pandangan Islam yang memposisikan perempuan dengan derajatnya yang tinggi.

"Perempuan adalah tiang negara, jika perempuannya baik maka baiklah negaranya, dan jika perempuannya rusak, maka hancurlah negaranya. Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya, jika ibu mempersiapkan mereka dengan baik, maka dia telah mempersiapkan bangsa yang baik dan kuat," ujarnya..

Pun demikian halnya dengan anak. Baginya, anak sesuai dengan kodratnya merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang wajib dilindungi. "Penghargaan terhadap anak ini bisa berupa penjagaan, pengasuhan, dan kasih sayang," ungkapnya.

Melihat kondisi di Kabupaten Pringsewu sebut Fauzi, faktor penyebab terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak lebih dipicu oleh faktor ekonomi.

"Banyak kekerasan yang terjadi disini (pringsewu-red), umumnya karena faktor ekonomi dan juga korban kekerasan yang enggan melapor, sehingga kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan ini seperti fenomena gunung es," paparnya.

Guna meminimalisir angka terjadinya “kekerasan” terhadap perempuan dan anak, lanjut Fauzi, maka pemerintah daerah juga harus meningkatkan penyuluhan dan pendampingan, dan juga dibuatlah regulasi yang mengaturnya hukuman setimpal bagi para pelaku kekerasan terhadap perempuan dan anak. "Kepada para korban kekerasan jangan takut untuk melaporkan keaparat terkait ataupun ke LPA. Tidak hanya korban yang bisa melapor, tapi siapapun yang mengetahui hal tersebut wajib mengadukan," imbaunya.

Fauzi menambahkan, perlindungan terhadap kaum perempuan bisa dilakukan seperti dengan melakukan pembaharuan hukum yang berpihak pada perempuan dan anak. “Termasuk juga, memberikan pelayanan bagi perempuan dan anak korban kekerasan,” imbuhnya. (Nga)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Kesukaan Anda?
  1. M. Ridho Ficardo Bachtiar Basri
  2. Herman HN Sutono
  3. Arinal Djunaidi Chusnunia Chalim
  4. Mustafa Ahmad Jajuli

Komentar Terakhir

  • Sewa Mobil Surabaya

    Tulisannya sangat menginspirasi kami di pagi yang cerah ini ...

    View Article
  • Canon EOS 5DS

    Salaj satu dari desa yang dikunjunginya yakni Desa Sungai Cambai ...

    View Article
  • Arsitek Indonesia

    pnerapan bambu buat ruangan kayanya menarik, apa lagi kalau di taruh di mal mal ...

    View Article
  • Black Seed Oil

    It proved to be Very helpful to me and I am sure to all the commentators here! ...

    View Article